Kamis, 23 Oktober 2014

Cerpen "Perjuangan Si Penjual Koran"


Tema                   : Kerja Keras
Judul                   :PERJUANGAN SI PENJUAL KORAN
Sayanya yg nulis :N.S.D.M
Suatu Hari di sebuah Kampung yang kecil di  pinggiran Kota tinggallah satu keluarga yang kurang berkecukupan ,walaupun begitu keluarga tersebut sangatlah rukun.setiap pagi pak Rahman dan bu Siti bekerja untuk memenuhi kebutuhan ,kedua anak nya pun ikut membantu,padahal pak Rahman melarang anak nya untuk bekerja,tapi bagaimana lagi pekerjaannya dan pekerjaan bu siti belumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan.kedua anak nya berhenti sekolah karena membantu kedua orang tuanya. Anak pertama Pak Rahman bernama Aisya dan anak yang kedua bernama Aida .Aisya sudah tamat sekolah dasar sedangkan Aida sedang duduk dibangku SD kelas 3 ,tapi Aida tidak melanjutkan sekolah nya karena ia tidak mempunyai biaya.akhirnya Aisya dan Aida bekerja sebagai penjual koran .setiap pagi-pagi sekali Aisya dan Aida  berangkat untuk menjajakan korannya, kesana-kemari Aisya dan Aida menawarakan korannya.
Hari sudah menjelang siang tetapi mereka masih bersemangat untuk berjualan.saat koran nya habis mereka berdua pulang kerumah,dalam pejalanan ia melihat anak-anak pulang sekolah, dalam hati kecil mereka rasanya ingin sekali untuk bersekolah,tapi bagaimana lagi mereka berdua tidak mempunyai biaya.Setelah sampai di rumah mereka membantu ibunya untuk memasak. Mereka masih bersyukur dengan makanan seadanya,setelah itu Aisya mengantar Makanan untuk Ayahnya yang sedang bekerja.Ayah Aisya bekerja sebagai Petani penghasilan yang tak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Hari menjelang Sore saat nya Aisya dan Aida untuk berjualan gorengan buatan ibunya,dagangan itu hanya bekerjaan sampingan Aisya dan Aida.mereka berdua,lalu berkeliling kampung untuk menjajakan dagangannya. Ada beberapa tetangga sudah menjadi pelanggan setia Aisya dan Aida.setelah bekerja seharian mereka berdua pulang ke Rumah karena hari menjelang malam.Walaupun mereka tidak bersekolah ,tetapi masih bersemangat untuk belajar setelah sholat mereka berdua kemudian melanjutkan untuk belajar.mereka belajar menggunakan buku mereka dulu.

Pagi-pagi sekali  Aisya dan Aida mulai bekerja menjual koran. Mereka berdua selalu membawa buku dan pensil untuk menyatat pelajaran,mereka selalu mengunjungi sekolah nya dulu,dari belakang jendela kelas,Ia dan adiknya mendengar dan menyatat pelajaran yang di sampaikan oleh bapak atau bu guru di kelas.pada saat itu mereka berdua terlalu asyik mendengarkan pelajaran sehingga lupa kalau mereka sedang berjualan.bel istirahat berbunyi mereka berdua akhiranya kembali lagi berjualan.setiap hari mereka selalu kesekolah mereka hingga suatu saat mereka ketahuan belajar diam-diam di sekolah.pada saat ketahuan mereka berdua melarikan diri.
Sore telah datang,mereka berdua akhiranya pulang kerumah untuk belajar dan beristirahat.besoknya mereka kembali lagi ke sekolah mereka. Pada saat mereka sedang mendengarkan pelajaran,ada salah satu guru yang melihat mereka.guru tersebut ternyata wali kelas Aida dulu.”Assalamualikum.”bu guru itu memberi salam kepada Aisya dan Aida.”Wa’alaikumsalam,”jawab Aisya dan Aida.”sedang apa kalian disini,kenapa tidak masuk ke kelas?”tanya bu guru dengan lembut,”maaf bu,saya sekarang tidak lagi bersekolah disini.”jawab Aida.”kenapa tidak sekolah?”bu guru itu bertanya lagi kepada Aida dan Aisya.”kita berdua tidak mempunyai biaya bu,pekerjaan orang tua kami tidak cukup untuk membiayai sekolah.”jawab Aisya dengan pelan.” emm... begitu ya?,kalau begitu besok kamu datang lagi kesini ibu guru akan memberikan sesuatu buat kalian”.bu guru mengajak aisya dan Aida untuk datang lagi besok di sekolah.”iya,bu Assalamualaikum,kami bedua mau berangkat lagi”.”kenapa kalian membawa koran?”,”ini bu,koran ini akan kami jual,saya membantu orang tua dengan berjualan koran dan berjualan gorengan buatan ibu saya.”jawab mereka berdua.”wah pas sekali,besok di rumah ibu ada arisan keluarga,bagaimana kalau ibu pesan Gorengan Ibu mu.”kata bu guru “pesan nya berapa, bu ?”jawab Aida.”25 biji,nanti di antar ke sekolah ya” kata bu guru“ baik,bu besok kami antarkan.”jawab Aisya
Mereka berdua lalu pulang kerumah.”Assalamualikum,bu” mereka berdua masuk kerumah untuk memberikan amanah dari bu guru.”wa’alaikumsalam.ada apa?”tanya ibu “ini bu ,wali kelas ku dulu meminta ibu untuk membuat gorengan 25 biji apakah ibu sanggup,bu guru juga bilang kalau gorengan tersebut diantarnya besok.”jawab Aida.”25 biji banyak sekali,emangnya buat apa si?” “buat arisan keluarga.” “kalau begitu tolong belikan ibu,pisang,tempe,tahu,wortel,kentang,telur,ayam,dan ketela,masing-masing 10 ,kalau tempe 5 saja.” “baik ,bu .” “ini uang nya hati-hati di jalan ya.”.”ya bu assalamualaikum,” “wa’alaikum salam.”
Setelah membeli bahan-bahan untuk membuat gorengan,mereka berdua membantu ibunya untuk membuat gorengan.besoknya mereka berdua mengantarkan gorengan tersebut kepad bu guru.Bu Guru merasa senang karena mereka sudah datang kesekolah,karena Bu guru akan memberikan Hadiah kepada mereka.”karena kalian sudah mengantarkan pesanan ibu,ibu akan kasih kalian hadiah.”.” Hadiah ...?,Hadiah apa bu”.:hadiah untuk kalian berdua adalah sebuah seragam dan peralatan utntuk belajar,sehingga kalian bisa meneruskan sekolah,”.”terimakasih sebelumnya bu,tapi kami tidak mempunyai biaya,bagaimana kami bisa melanjutkan sekolah”tanya Aisya dengan heran.”untuk biaya sekolah buat kalian gratis,jadi kamu berdua bisa sekolah tanpa memikirkan biaya sekolah.”.”trimakasih sekali lagi ya bu,tanpa ada bu guru mungkin kita tidak bisa sekolah lagi,”Jawab Aida dengan haru.”iya sama-sama.”
Lalu ,Mereka pulang dengan membawa kabar gembira.”Assalamualaikum,”Aisya memberikan salam dengan tergesa-gesa.”Wa’alaikumsalam,eh ada apa ini kelihatannya anak ibu bahagia sekali.”Ibu menjawab salam Aisya dan Aida dan menanyakan sesuatu kepada mereka.”kok ,kalian membawa seragam dam alat tulis.”.”ini bu kami diberi hadiah dari bu Ina,yang berupa seragam dan alat sekolah,jadi besok kami bisa melanjutkan sekolah lagi begitu juga dengan kak Aisya tadi bu Ina mendaftarkan kak Aisya ke smp.”.”lalu biayanya bagaimana?”ibu bertanya dengan keheranan.”ibu tidak usah memikirkan biaya sekolah,karena kata bu ina sekolahnya gratis jadi ibu tidak usah membayar sekolah,”.”kamu,sudah berterimakasih kepada Bu Ina.?”.”sudah bu,oh ya bu ini uang dari bu ina,dan satu lagi bu besok kami mulai sekolah.”.”kalau begitu malam ini kamu siap-siap untuk besok,”.”iya bu.”
Keesokan harinya,mereka berdua bersiap-siap untuk pergi kesekolah.mereka merasa senang karena dapat melanjutkan ke sekolah.di hari pertama mereka diantarkan oleh Bu Ina karena mereka belum tau arah jalan menuju kesekolah,pertama bu Ina mengantarkan Aisya ke SMPN 7 Desa Indah Damai,sedangkan Aida kesekolahnya dulu yaitu SDN 1 Desa Indah Damai.setelah sampai disana Aisya masuk kelas dan bekenalan dahulu kepada teman-teman.”assalamualaikum.”bu guru memberikan salam .”waalaikum salam.”siswa memjawab salam dari ibu guru.”anak-anak,ibu akan memperkenalkan siswa baru,silahkan perkenal kan nama dan alamat kamu,”ibu guru melanjutkan dengan memberitau bahwa ada murid baru,dan mempersilahkan Aisya untuk bekenalan.”Assalamualaikum semua,hallo nama ku Safira Nurul Aisya atau biasa di panggil Aisya,
alamat rumah ku di Jl.kelinci no.22.”Aisya pemperkenalkan diri di depan kelas.”trimakasih Aisya,kamu silahkan cari tempat duduk yang kosong.” Bu guru mempersilahkan duduk.”iya bu,”,walaupun mereka bersekolah mereka juga menyempatkan diri untuk berjualan lagi keliling kampung
            Akhirnya merekapun bisa melanjutkan sekolah,tetapi mereka masih tetap berjualan untuk kehidupannya sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar