Tema : Kerja Keras
Judul :PERJUANGAN SI PENJUAL KORAN
Sayanya yg nulis :N.S.D.M
Suatu Hari di sebuah Kampung yang
kecil di pinggiran Kota tinggallah satu
keluarga yang kurang berkecukupan ,walaupun begitu keluarga tersebut sangatlah
rukun.setiap pagi pak Rahman dan bu Siti bekerja untuk memenuhi kebutuhan
,kedua anak nya pun ikut membantu,padahal pak Rahman melarang anak nya untuk
bekerja,tapi bagaimana lagi pekerjaannya dan pekerjaan bu siti belumlah cukup
untuk memenuhi kebutuhan.kedua anak nya berhenti sekolah karena membantu kedua
orang tuanya. Anak pertama Pak Rahman bernama Aisya dan anak yang kedua bernama
Aida .Aisya sudah tamat sekolah dasar sedangkan Aida sedang duduk dibangku SD
kelas 3 ,tapi Aida tidak melanjutkan sekolah nya karena ia tidak mempunyai
biaya.akhirnya Aisya dan Aida bekerja sebagai penjual koran .setiap pagi-pagi
sekali Aisya dan Aida berangkat untuk
menjajakan korannya, kesana-kemari Aisya dan Aida menawarakan korannya.
Hari sudah menjelang siang tetapi
mereka masih bersemangat untuk berjualan.saat koran nya habis mereka berdua
pulang kerumah,dalam pejalanan ia melihat anak-anak pulang sekolah, dalam hati
kecil mereka rasanya ingin sekali untuk bersekolah,tapi bagaimana lagi mereka
berdua tidak mempunyai biaya.Setelah sampai di rumah mereka membantu ibunya
untuk memasak. Mereka masih bersyukur dengan makanan seadanya,setelah itu Aisya
mengantar Makanan untuk Ayahnya yang sedang bekerja.Ayah Aisya bekerja sebagai
Petani penghasilan yang tak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Hari menjelang Sore saat nya Aisya
dan Aida untuk berjualan gorengan buatan ibunya,dagangan itu hanya bekerjaan
sampingan Aisya dan Aida.mereka berdua,lalu berkeliling kampung untuk
menjajakan dagangannya. Ada beberapa tetangga sudah menjadi pelanggan setia
Aisya dan Aida.setelah bekerja seharian mereka berdua pulang ke Rumah karena
hari menjelang malam.Walaupun mereka tidak bersekolah ,tetapi masih bersemangat
untuk belajar setelah sholat mereka berdua kemudian melanjutkan untuk
belajar.mereka belajar menggunakan buku mereka dulu.
Pagi-pagi sekali Aisya dan Aida mulai bekerja menjual koran.
Mereka berdua selalu membawa buku dan pensil untuk menyatat pelajaran,mereka
selalu mengunjungi sekolah nya dulu,dari belakang jendela kelas,Ia dan adiknya
mendengar dan menyatat pelajaran yang di sampaikan oleh bapak atau bu guru di
kelas.pada saat itu mereka berdua terlalu asyik mendengarkan pelajaran sehingga
lupa kalau mereka sedang berjualan.bel istirahat berbunyi mereka berdua
akhiranya kembali lagi berjualan.setiap hari mereka selalu kesekolah mereka
hingga suatu saat mereka ketahuan belajar diam-diam di sekolah.pada saat
ketahuan mereka berdua melarikan diri.
Sore telah datang,mereka berdua
akhiranya pulang kerumah untuk belajar dan beristirahat.besoknya mereka kembali
lagi ke sekolah mereka. Pada saat mereka sedang mendengarkan pelajaran,ada
salah satu guru yang melihat mereka.guru tersebut ternyata wali kelas Aida
dulu.”Assalamualikum.”bu guru itu memberi salam kepada Aisya dan
Aida.”Wa’alaikumsalam,”jawab Aisya dan Aida.”sedang apa kalian disini,kenapa
tidak masuk ke kelas?”tanya bu guru dengan lembut,”maaf bu,saya sekarang tidak
lagi bersekolah disini.”jawab Aida.”kenapa tidak sekolah?”bu guru itu bertanya
lagi kepada Aida dan Aisya.”kita berdua tidak mempunyai biaya bu,pekerjaan
orang tua kami tidak cukup untuk membiayai sekolah.”jawab Aisya dengan pelan.”
emm... begitu ya?,kalau begitu besok kamu datang lagi kesini ibu guru akan memberikan
sesuatu buat kalian”.bu guru mengajak aisya dan Aida untuk datang lagi besok di
sekolah.”iya,bu Assalamualaikum,kami bedua mau berangkat lagi”.”kenapa kalian
membawa koran?”,”ini bu,koran ini akan kami jual,saya membantu orang tua dengan
berjualan koran dan berjualan gorengan buatan ibu saya.”jawab mereka berdua.”wah
pas sekali,besok di rumah ibu ada arisan keluarga,bagaimana kalau ibu pesan
Gorengan Ibu mu.”kata bu guru “pesan nya berapa, bu ?”jawab Aida.”25 biji,nanti
di antar ke sekolah ya” kata bu guru“ baik,bu besok kami antarkan.”jawab Aisya
Mereka berdua lalu pulang
kerumah.”Assalamualikum,bu” mereka berdua masuk kerumah untuk memberikan amanah
dari bu guru.”wa’alaikumsalam.ada apa?”tanya ibu “ini bu ,wali kelas ku dulu
meminta ibu untuk membuat gorengan 25 biji apakah ibu sanggup,bu guru juga
bilang kalau gorengan tersebut diantarnya besok.”jawab Aida.”25 biji banyak
sekali,emangnya buat apa si?” “buat arisan keluarga.” “kalau begitu tolong
belikan ibu,pisang,tempe,tahu,wortel,kentang,telur,ayam,dan
ketela,masing-masing 10 ,kalau tempe 5 saja.” “baik ,bu .” “ini uang nya
hati-hati di jalan ya.”.”ya bu assalamualaikum,” “wa’alaikum salam.”
Setelah membeli bahan-bahan untuk
membuat gorengan,mereka berdua membantu ibunya untuk membuat gorengan.besoknya
mereka berdua mengantarkan gorengan tersebut kepad bu guru.Bu Guru merasa
senang karena mereka sudah datang kesekolah,karena Bu guru akan memberikan
Hadiah kepada mereka.”karena kalian sudah mengantarkan pesanan ibu,ibu akan
kasih kalian hadiah.”.” Hadiah ...?,Hadiah apa bu”.:hadiah untuk kalian berdua
adalah sebuah seragam dan peralatan utntuk belajar,sehingga kalian bisa
meneruskan sekolah,”.”terimakasih sebelumnya bu,tapi kami tidak mempunyai
biaya,bagaimana kami bisa melanjutkan sekolah”tanya Aisya dengan heran.”untuk
biaya sekolah buat kalian gratis,jadi kamu berdua bisa sekolah tanpa memikirkan
biaya sekolah.”.”trimakasih sekali lagi ya bu,tanpa ada bu guru mungkin kita
tidak bisa sekolah lagi,”Jawab Aida dengan haru.”iya sama-sama.”
Lalu ,Mereka pulang dengan membawa
kabar gembira.”Assalamualaikum,”Aisya memberikan salam dengan
tergesa-gesa.”Wa’alaikumsalam,eh ada apa ini kelihatannya anak ibu bahagia
sekali.”Ibu menjawab salam Aisya dan Aida dan menanyakan sesuatu kepada
mereka.”kok ,kalian membawa seragam dam alat tulis.”.”ini bu kami diberi hadiah
dari bu Ina,yang berupa seragam dan alat sekolah,jadi besok kami bisa
melanjutkan sekolah lagi begitu juga dengan kak Aisya tadi bu Ina mendaftarkan
kak Aisya ke smp.”.”lalu biayanya bagaimana?”ibu bertanya dengan keheranan.”ibu
tidak usah memikirkan biaya sekolah,karena kata bu ina sekolahnya gratis jadi
ibu tidak usah membayar sekolah,”.”kamu,sudah berterimakasih kepada Bu
Ina.?”.”sudah bu,oh ya bu ini uang dari bu ina,dan satu lagi bu besok kami mulai
sekolah.”.”kalau begitu malam ini kamu siap-siap untuk besok,”.”iya bu.”
Keesokan harinya,mereka berdua
bersiap-siap untuk pergi kesekolah.mereka merasa senang karena dapat
melanjutkan ke sekolah.di hari pertama mereka diantarkan oleh Bu Ina karena
mereka belum tau arah jalan menuju kesekolah,pertama bu Ina mengantarkan Aisya
ke SMPN 7 Desa Indah Damai,sedangkan Aida kesekolahnya dulu yaitu SDN 1 Desa
Indah Damai.setelah sampai disana Aisya masuk kelas dan bekenalan dahulu kepada
teman-teman.”assalamualaikum.”bu guru memberikan salam .”waalaikum salam.”siswa
memjawab salam dari ibu guru.”anak-anak,ibu akan memperkenalkan siswa
baru,silahkan perkenal kan nama dan alamat kamu,”ibu guru melanjutkan dengan
memberitau bahwa ada murid baru,dan mempersilahkan Aisya untuk
bekenalan.”Assalamualaikum semua,hallo nama ku Safira Nurul Aisya atau biasa di
panggil Aisya,
alamat rumah ku di Jl.kelinci no.22.”Aisya pemperkenalkan
diri di depan kelas.”trimakasih Aisya,kamu silahkan cari tempat duduk yang
kosong.” Bu guru mempersilahkan duduk.”iya bu,”,walaupun mereka bersekolah
mereka juga menyempatkan diri untuk berjualan lagi keliling kampung
Akhirnya merekapun
bisa melanjutkan sekolah,tetapi mereka masih tetap berjualan untuk kehidupannya
sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar